Saturday, January 21, 2012

Legenda dan Mitos Gunung berapi

Gunung-gunung berapi yang berada di Indonesia memiliki banyak mitos maupun legenda yang hidup di masyarakat. Legenda dan Mitos Gunung berapi ini terlepas dari benar atau tidaknya tumbuh berdasarkan pengaruh unsur Sejarah, Unsur Agama Hindu-Budha dan Unsur kepercayaan Animisme. 

Unsur Sejarah:
   Unsur sejarah dalam kepercayaan mausia di dalam banyak penelitian memang unsur yang penting. Kepercayaan manusia diresmikan dengan legenda dan setiap legenda didasarkan pada sejarah. Di dalam daerah Gunung Merapi legenda ‘Kyai Sapujagad’ didasarkan dalam sejarah Kerajaan Mataram kedua dan terutama pada waktu kerajaan itu muncul dan berfungsi mengesahkan kekuatan mistis raja Mataram. Legenda ‘Kyai Sapujagad’ memperkuatkan kepemimpinan Raja Mataram karena ceritanya mengambarkan dunia manusia berkeselarasan dengan dunia alam dan gaib. Legenda Kasada dari orang Tengger pula adalah didasarkan dalam sejarah. Semua peran dalam ceritanya adalah orang Majapahit berfungsi menekankan asal orang Tengger beragama Hindu-Budha. Karena legenda-legenda di atas didasarkan dalam sejarah, unsur sejarah dapat dianggap sebagai salah satu asal-usul kepercayaan manusia Jawa terhadap gunung.

Unsur Agama Hindu-Budha:
Agama Hindu-Budha menguasai pulau Jawa selama delapan abad dan agama itu memang pengaruhi kepercayaan manusia Jawa terhadap gunung. Di dalam dua daerah penelitian saya orang percaya bahwa gunung didiami oleh mahluk halus, dewa-dewa atau roh leluhur. Kepercayaan manusia ini sesuai dengan kepercayaan dalam agama Hindu tentang Gunung Meru. Gunung Meru menurut orang beragama Hindu adalah rumahnya para dewa-dewa dan berada sebagai hubungan diantara bumi (manusia) dan Kayangan. Tempat Bergunung-gunung sepanjang sejarah agama itu dipakai sebagai tempat semedi. Simbolisme agama Hindu dalam kepercayaan manusai Jawa memang kuat sekali. Misalnya nama Gunung Merapi serta Gunung Mahameru diambil langsung dari nama Gunung Meru dalam agama Hindu. Selanjutnya nama Gunung Bromo dipercayai diambil dari dewa yang dihormati di daerahnya, yaitu dewa  Brama. Pula Laut Pasir diletak keliling Gunung Bromo bereferensi dalam ayat wejangan Jawa kuno bernama ‘Prastha Nikaparwa’, sebagai tempat yang harus dilewati oleh para Pandavas dan berada Gunung Meru di horizon. Kraton Mahluk Halus Merapi sebagai kerajaan gaib memang juga sesuai dengan konsep Gunung Meru.
   Selain konsep tentang Gunung Meru di dalam daerah Gunung Merapi serta Daerah Tengger manusia percaya pada kosmologi didasarkan dalam lima unsur. Lima unsur tersebut termasuk posisi tengah bersama empat mata angin. Menurut agama Hindu berada dewa Siva di tengah, dewa Iswara ke timur, dewa Brama ke selatan, dewa Mahadewa ke barat dan dewa Visnu ke utara. Mengenai kosmologi manusia di daerah Gunung Merapi juga berunsur lima, yaitu Kraton  Mataram Yogyakarta di tengah, Kraton Mahluk Halus Merapi ke utara, Kraton Mahluk Halus Laut Selatan ke selatan, Gunung Lawu ke timur dan Khayangan, ke barat. Kosmologi manusia Tengger berhubungan lasgsung dengan kosmologi agama Hindu di atas.

Unsur Kepercayaan Animisme:
   Seluruh kepercayaan manusia Jawa terhadap gunung berunsur kepercayaan animisme dari zaman prasejarah sampai sekarang, termasuk kepercayaan tentang mahluk halus, roh leluhur yang mendiami macam-macam tempat adalah kepercayaan animisme. Di daerah Tengger orangnya percaya bahwa Gunung Bromo didiami oleh roh leluhur bernama ‘Dewa Kusuma’ dan dia adalah penengah diantara dunia manusia dan dunia gaib. Di daerah Gunung Merapi didiami oleh kerajaan mahluk halus. Penduduk di daerah keduanya punya kepercayaan tentang dunia akhirat. Mereka percaya waktu manusia meninggal dunia jiwanya menjadi roh leluhur setelah empat puluh hari. Kemudian roh leluhur itu akan mendiami sesuatu tempat menurut kepercayaan masyarakat setempat. Banyak orang Jawa percaya bahwa hantu-hantu yang menganggu manusia dan mendiami tempat-tempat yang lain. Semua kepercayaan di atas berasal dari kepercayaan animisme dan berunsur kepercayaan manusia Jawa terhadap gunung

Sumber

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites